Social Icons

Pages

Senin, 27 Februari 2012

KERAJIAN PEWTER DARI BANGKA BELITUNG





       Di Provinsiku, Kepuluan Bangka Belitung, orang-orang berlomba menambang timah. Timah-timah dari provinsiku lalu melanglang buana ke berbagai negara. Herannya, orang-orang tidak berlomba-lomba membuat pewter dan mengirimnya ke luar negeri. Padahal, pewter itu timah juga, lo. Teman-teman mau tahu kenapa?
       Kerajian pewter merupakan salah satu kerajian khas Provinsi Kepuluan Bangka Belitung. Pusat kerajian ini berada di kota Pangkal Pinang dan Mentok, Kabupaten Bangka.
       Pewter adalah timah campuran yang terdiri dari 97% timah putih, 2% tembaga, dan sisanya antimon. Kenapa dicampur dengan tembagadan antimon? Tembaga berfungsi untuk mengkilapkan. Soalnya, timah tidak tahan lama kilapnya. Kalau antimon, berfungsi untuk mengeraskan. Timah itu lumayan lembek, lo. Ditekuk-tekuk dengan tangan saja bisa. Bagaiman kerajian pewter dibuat? Balok-balok timah dimasukan dalam wajan dan dipanaskan di atas kompor. Kalau wajannya kecil, kurang dari satu jam sudah mencair. Setelah mencair, timah dicetak. Untuk benda kecil seperti gantungan kunci, sudah ada cetakannya. Kalau membuat kapal-kapal, timah cair dicetak menjadi lempengan. Kemudian lempengen baru dibentuk.
       Bentuk kerajian pewter macam-macam. Ada berbagai jens kapal, binatang-binatang, gantungan kunci, dan lainnya. Yang paling khas adalah patung kecil pekerja tambang timah yang mendorong kereta dorong timah. Kerajian pewter dijual dengan harga mulai dari dua puluh ribu rupiah hingga belasan juta rupiah.
       Kelompok kerajian pewter di mulai sejaktahun 1993. Saat. Itu, PT. Timah mengadakan pelatihan kerajian pewter selama tiga bulan. Awalnya, ada sepuluh orang perjin. Namun, kini, pengrajin di Pangkal Pinah menjadi enam orang. Kalau di Mentok, ada tujuh orang.
       Kok, pengrajin berkurang? Sebenarnya, setiap tahu diakan pelatihan pewter. Tetapi orang yang berminat menjadi pengraji menjadi sedikit Hal itu karena tidak mudah menjadi pengrajin pewter. Jadi perajin pewter itu membutuhkan kelitian. Selain itu, pada awalnya, penghasilan pengrajin pewter juga tidak besar. Maka itu, kebanyakan orang lebih memilih menjadi peerja di tambang timah.
       Jumlah pengrajin yang sedikit itu menyebabkan kerajian pewter belum bisa diekspor ke luar negeri. Kalau ada pesanan banyak pun, para pengrajin belum berani menerimanya. Selama ini, kerajian pewter di jual langsung di tempat pembuat pewter dan dikirim ke beberapa kota lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar