Social Icons

Pages

Senin, 27 Februari 2012

TANJUNG PERAK YANG SIBUK




       Matahari semakin tinggi. Sinarnya terasa semakin panas membakar kulit. Suasana pelabuan pun semakin ramai. Orang-orang bersabar menunggu kapal. Mereka akan pergi meninggalkan hiruk pikuk keramaian Tanjung Perak di Surabaya.
       Tanjung Perak adalah pelabuahan paling sibuk kedua di Indonesia, setelah Tanjung Priok. Pelabuhan ini menghubungkan Surabaya dengan kota-kota besar  lainya di Indonesia, seperti Jakarta, Makasar, Banjarmasin, dan Balikpapan. Letaknya yang strategis membuat Tanjung Perak menjadi salah satu pelabuhan pintu gerbang di Indonesia terutama wailayah Indonesia bagian timur.

       Masih di kawasan Tanjung Perak, ada juga Pelabuhan Ujung, yang menghubungkan Surabaya dengan Kamal, Madura. Kapal-kapal Ferry mondar-mandir, sibuk mengangkut para penumpang dengan kendaraan atau barang-barang mereka di tempat ini.
       Dulu, kapal-kapal dari samudera membongkar dan memuat dagangannya dengan perahu dan tongkang yang bisa mencapai Jembatan Merah, pelabuhan pertama di Surabaya. Namun, lama kelamaan, fasilitas dermaga di situ tidak mencukupi lagi. Maka, dibangun Pelabuhan Tanjung Perak pada tahun 1910.
       Kini, Pelabuhan Tanjung Perak mempunyai banyak terminal sesuai dengan fungsinya. Ada terminal khusus untuk penumpang antarkota dan antarpulau, juga terminal peti kemas. Ada juga terminal khusus digunakan untuk bongkar–muat BBM. Kalau ingin menyeberang dari Tanjung Perak, jangan sampai salah masuk terminal, ya!
       Setiap hari, Tanjung Perak selalu ramai. Aktifitasnya seolah-olah tak pernah berhenti, selalu datang dan pergi. Kadang, ketika lalu lintas penyeberangan meningkat, seperti di musim liburan, para penumpang rela menunggu berjam-jam dan berdesakan di pelabuhan. Mereka pun berebut untuk masuk kapal yang akan membawa mereka menyebrang.
       Ketika memandang lepas ke lautan, kita bisa melihat berbagai macam kapal yang berlayar. Ada kapal ferry, kapal pesiar, kapal barang, kapal layar, hingga kapal-kapal besar yang memuat peti kemas. Semua datang dan pergi dengan teratur. Kadang, mereka pun harus bersabar menunggu waktu untuk bersandar, ketika dermaga sedang penuh.
       Matahari hampir terbenam. Tetapi, Tanjung Perak tak pernah sepi. Selalu ada kehidupan di pelabuhan. Selalu ada suasana semarak di Tanjung Perak.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar