Social Icons

Pages

Jumat, 27 April 2012

Bentuk Adaptasi Tingkah Laku (Behavioral) Pada Makhluk Hidup

Contoh Bentuk Adaptasi Tingkah Laku (Behavioral) Pada Makhluk Hidup - Ilmu Biologi
Makhluk hidup melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan di sekitar habitat tempat hidupnya tidak terkecuali manusia. Adaptasi yang dilakukan makhluk hidup bertujuan untuk dapat bertahan hidup dari kondisi lingkungan yang mungkin kurang menguntungkan. Di bawah ini adalah merupakan beberapa bentuk adaptasi tingkah laku (behavioral adaptation) pada binatang / hewan di sekitar kita disertai pengertian dan arti definisi :
1. Mimikri
Mimikri adalah teknik manipulasi warna kulit pada binatang seperti misalnya bunglon yang dapat berubah-ubah sesuai warna benda di sekitarnya agar dapat mengelabuhi binatang predator / pemangsa sehingga sulit mendeteksi keberadaan bunglon untuk dimangsa. Jika bunglon dekat dengan dedaunan hijau maka dia akan berubah warna kulit menjadi hijau, jika dekat batang pohon warna coklat, dia juga ikut ganti warna menjadi coklat, dan lain sebagainya.
2. Hibernasi
Hibernasi adalah teknik bertahan hidup pada lingkungan yang keras dengan cara tidur menonaktifkan dirinya (dorman). Hibernasi bisa berlangsung lama secara berbulan-bulan seperti beruang pada musim dingin. Hibernasi biasanya membutuhkan energi yang sedikit, karena selama masa itu biantang yang berhibernasi akan memiliki suhu tubuh yang rendah, detak jantung yang lambat, pernapasan yang lambat, dan lain-lain. Binatang tersebut akan kembali aktif atau bangun setelah masa sulit terlewati. Contoh hewan yang berhibernasi yaitu seperti ular, ikan, beruang, kura-kura, bengkarung, dan lain-lain.
3. Autotomi
Autotomi adalah teknik bertahan hidup dengan cara mengorbankan salah satu bagian tubuh. Contoh autotomi yaitu pada cicak/cecak yang biasa hidup di dinding rumah, pohon, dll. Cicak jika merasa terancam ia akan tega memutuskan ekornya sendiri untuk kabur dari sergapan musuh. Ekor yang putus akan melakukan gerakan-gerakan yang cukup menarik perhatian sehingga perhatian pemangsa akan fokus ke ekor yang putus, sehingga cicak pun bisa kabur dengan lebih leluasa.
4. Estivasi
Estivasi adalah menonaktivkan diri (dorman) pada saat kondisi lingkungan tidak bersahabat. Bedanya dengan hibernasi adalah di mana pada estivasi dilakukan pada musim panas dengan suhu udara yang panas dan kering. Hewan-hewan seperti kelelawar, tupai, lemur kerdil, dll akan mengestivasi diri di tempat yang aman dan terlindung. Pada tumbuhan estivasi juga dilakukan oleh oleh pohon jati dengna meranggas atau menggugurkan daun.
5. Simbiosis Rayap dan Flagellata
Rayap membutuhkan bantuan makhluk hidup lainnya yaitu flagelata untuk mencerna kayu yang ada di dalam usus rayap. Tanpa flagellata rayap tidak akan mampu mencerna kayu yang masuk ke dalam tubuhnya. Rayap-rayap kecil yang baru menetas mendapatkan flagellata dengan jalan menjilat dubur rayap dewasa. Rayap secara periodik melakukan aktivitas ganti kulit dan meninggalkan bagian usus lama, sehingga rayap akan memakan kulit yang mengelupas untuk memasukkan kembali flagellata ke dalam usus pencernaannya.
6. Pernapasan Ikan Paus
Ikan paus adalah mamalia yang mirip ikan dan hidup di air. Paus memiliki paru-paru yang harus diisi dengan oksigen dari permukaan laut minimal setiap setangah jam sekali. Ikan paus ketika muncuk ke permukaan akan membuang udara kotor lewat hidung mirip seperti air mancur yang berisi karbon dioksida bercampur uap air jenuh yang terkondensasi.

7.  Dormansi

Dormansi adalah suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dengan demikian, dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu. Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis, keadaan fisik lingkungan, atau kimiawi.
Banyak biji tumbuhan budidaya yang menunjukkan perilaku ini. Penanaman benih secara normal tidak menghasilkan perkecambahan atau hanya sedikit perkecambahan. Perlakuan tertentu perlu dilakukan untuk mematahkan dormansi sehingga benih menjadi tanggap terhadap kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan. Bagian tumbuhan yang lainnya yang juga diketahui berperilaku dorman adalah kuncup.

PENYEBAB TERJADINYA DORMANSI
Benih yang mengalami dormansi ditandai oleh :
  • Rendahnya/tidak adanya proses imbibisi air.
  • Proses respirasi tertekan/terhambat.
  • Rendahnya proses mobilisasi cadangan makanan.
  • Rendahnya proses metabolisme cadangan makanan.
Kondisi dormansi mungkin dibawa sejak benih masak secara fisiologis ketika masih berada pada tanaman induknya atau mungkin setelah benih tersebut terlepas dari tanaman induknya. Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji dan keadaan fisiologis dari embrio atau bahkan kombinasi dari kedua keadaan tersebut.
Secara umum menurut Aldrich (1984) Dormansi dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu :
  • Innate dormansi (dormansi primer)
  • Induced dormansi (dormansi sekunder)
  • Enforced dormansi
Sedangkan menurut Sutopo (1985) Dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu :
  • Dormansi Fisik, dan
  • Dormansi Fisiologis
Dormansi Fisik disebabkan oleh pembatasan struktural terhadap perkecambahan biji, seperti kulit biji yang keras dan kedap sehingga menjadi penghalang mekanis terhadap masuknya air atau gas-gas ke dalam biji.

Beberapa penyebab dormansi fisik adalah :
Impermeabilitas kulit biji terhadap air
Benih-benih yang termasuk dalam tipe dormansi ini disebut sebagai "Benih keras" karena mempunyai kulit biji yang keras dan strukturnya terdiri dari lapisan sel-sel serupa palisade berdinding tebal terutama di permukaan paling luar. Dan bagian dalamnya mempunyai lapisan lilin dan bahan kutikula.
Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio
Di sini kulit biji cukup kuat sehingga menghalangi pertumbuhan embrio. Jika kulit biji dihilangkan, maka embrio akan tumbuh dengan segera.
Permeabilitas yang rendah dari kulit biji terhadap gas-gas
Pada dormansi ini, perkecambahan akan terjadi jika kulit biji dibuka atau jika tekanan oksigen di sekitar benih ditambah. Pada benih apel misalnya, suplai oksigen sangat dibatasi oleh keadaan kulit bijinya sehingga tidak cukup untuk kegiatan respirasi embrio. Keadaan ini terjadi apabila benih berimbibisi pada daerah dengan temperatur hangat.
Dormansi Fisiologis, dapat disebabkan oleh sejumlah mekanisme, tetapi pada umumnya disebabkan oleh zat pengatur tumbuh, baik yang berupa penghambat maupun perangsang tumbuh
Beberapa penyebab dormansi fisiologis adalah :
Immaturity Embrio
Pada dormansi ini perkembangan embrionya tidak secepat jaringan sekelilingnya sehingga perkecambahan benih-benih yang demikian perlu ditunda. Sebaiknya benih ditempatkan pada tempe-ratur dan kelembaban tertentu agar viabilitasnya tetap terjaga sampai embrionya terbentuk secara sempurna dan mampu berkecambah.
After ripening
Benih yang mengalami dormansi ini memerlukan suatu jangkauan waktu simpan tertentu agar dapat berkecambah, atau dika-takan membutuhkan jangka waktu "After Ripening". After Ripening diartikan sebagai setiap perubahan pada kondisi fisiologis benih selama penyimpanan yang mengubah benih menjadi mampu berkecambah. Jangka waktu penyimpanan ini berbeda-beda dari beberapa hari sampai dengan beberapa tahun, tergantung dari jenis benihnya.
Dormansi Sekunder
Dormansi sekunder disini adalah benih-benih yang pada keadaan normal maupun berkecambah, tetapi apabila dikenakan pada suatu keadaan yang tidak menguntungkan selama beberapa waktu dapat menjadi kehilangan kemampuannya untuk berkecambah. Kadang-kadang dormansi sekunder ditimbulkan bila benih diberi semua kondisi yang dibutuhkan untuk berkecambah kecuali satu. Misalnya kegagalan memberikan cahaya pada benih yang membutuhkan cahaya.
Diduga dormansi sekunder tersebut disebabkan oleh perubahan fisik yang terjadi pada kulit biji yang diakibatkan oleh pengeringan yang berlebihan sehingga pertukaran gas-gas pada saat imbibisi menjadi lebih terbatas.
Dormansi yang disebabkan oleh hambatan metabolis pada embrio.
Dormansi ini dapat disebabkan oleh hadirnya zat penghambat perkecambahan dalam embrio. Zat-zat penghambat perkecambahan yang diketahui terdapat pada tanaman antara lain : Ammonia, Abcisic acid, Benzoic acid, Ethylene, Alkaloid, Alkaloids Lactone (Counamin) dll.
Counamin diketahui menghambat kerja enzim-enzim penting dalam perkecambahan seperti Alfa dan Beta amilase.
Tipe dormansi lain selain dormansi fisik dan fisiologis adalah kombinasi dari beberapa tipe dormansi. Tipe dormansi ini disebabkan oleh lebih dari satu mekanisme. Sebagai contoh adalah dormansi yang disebabkan oleh kombinasi dari immaturity embrio, kulit biji indebiscent yang membatasi masuknya O2 dan keperluan akan perlakuan chilling.
Cara praktis memecahkan dormansi pada benih tanaman pangan.
Untuk mengetahui dan membedakan/memisahkan apakah suatu benih yang tidak dapat berkecambah adalah dorman atau mati, maka dormansi perlu dipecahkan. Masalah utama yang dihadapi pada saat pengujian daya tumbuh/kecambah benih yang dormansi adalah bagaimana cara mengetahui dormansi, sehingga diperlukan cara-cara agar dormansi dapat dipersingkat.
Ada beberapa cara yang telah diketahui adalah :
Dengan perlakuan mekanis.
Diantaranya yaitu dengan Skarifikasi.
Skarifikasi mencakup cara-cara seperti mengkikir/menggosok kulit biji dengan kertas amplas, melubangi kulit biji dengan pisau, memecah kulit biji maupun dengan perlakuan goncangan untuk benih-benih yang memiliki sumbat gabus.
Tujuan dari perlakuan mekanis ini adalah untuk melemahkan kulit biji yang keras sehingga lebih permeabel terhadap air atau gas.
Dengan perlakuan kimia.
Tujuan dari perlakuan kimia adalah menjadikan agar kulit biji lebih mudah dimasuki air pada waktu proses imbibisi. Larutan asam kuat seperti asam sulfat, asam nitrat dengan konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi lebih lunak sehingga dapat dilalui oleh air dengan mudah.
  • Sebagai contoh perendaman benih ubi jalar dalam asam sulfat pekat selama 20 menit sebelum tanam.
  • Perendaman benih padi dalam HNO3 pekat selama 30 menit.
  • Pemberian Gibberelin pada benih terong dengan dosis 100 - 200 PPM.
Bahan kimia lain yang sering digunakan adalah potassium hidroxide, asam hidrochlorit, potassium nitrat dan Thiourea. Selain itu dapat juga digunakan hormon tumbuh antara lain: Cytokinin, Gibberelin dan iuxil (IAA).
Perlakuan perendaman dengan air.
Perlakuan perendaman di dalam air panas dengan tujuan memudahkan penyerapan air oleh benih.
Caranya yaitu : dengan memasukkan benih ke dalam air panas pada suhu 60 - 70 0C dan dibiarkan sampai air menjadi dingin, selama beberapa waktu. Untuk benih apel, direndam dalam air yang sedang mendidih, dibiarkan selama 2 menit lalu diangkat keluar untuk dikecambahkan.
Perlakuan dengan suhu.
Cara yang sering dipakai adalah dengan memberi temperatur rendah pada keadaan lembab (Stratifikasi). Selama stratifikasi terjadi sejumlah perubahan dalam benih yang berakibat menghilangkan bahan-bahan penghambat perkecambahan atau terjadi pembentukan bahan-bahan yang merangsang pertumbuhan.
Kebutuhan stratifikasi berbeda untuk setiap jenis tanaman, bahkan antar varietas dalam satu famili.
Perlakuan dengan cahaya.
Cahaya berpengaruh terhadap prosentase perkecambahan benih dan laju perkecambahan. Pengaruh cahaya pada benih bukan saja dalam jumlah cahaya yang diterima tetapi juga intensitas cahaya dan panjang hari.

GERAK PADA TUMBUHAN


a. Gerak higroskopis.
Disebabkan karena perubahan kadar air, misalnya gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan lumut dan paku, dan gerak pecahnya buah pada tanaman polong.
b. Gerak endonom atau autonom.
Disebabkan oleh rangsangan dari dalam atau gerak dengan sendirinya. Misalnya gerak rotasi dan sirkulasi protoplasma.
c. Gerak eksionom atau etionom.
Gerak yang disebabkan karena rangsangan dari luar. Gerak ini dapat dibedakan menjadi :
v Tropisme
Merupakan gerak sebagian tubuh tumbuhan yang mendekati atau menjauhi datangnya rangsang.
o Fototropi       :    Rangsangannya berupa cahaya
o Geotropi        :    Rangsangannya berupa tanah (grafitasi)
o Tigmotropi    :    Rangsangan singgungan
o Termotropi   :    Rangsangannya berupa suhu (temperatur)
o Reotropi        :    Rangsangannya aliran air
v Taksis
Merupakan gerak berpindah tempat bagian tumbuhan atau seluruh tubuh tumbuhan untuk mendekati atau menjauhi rangsang.
o Kemotaksis    : Rangsangnya senyawa kimia
                            (gerak spermatozoid pada arkegonium lumut)
o Fototaksis      : Rangsangannya berupa cahaya
                            (gerak euglena mendekati cahaya)
v Nasti
Gerak tumbuhan dimana arah gerak tidak dipengaruhi arah datangnya rangsang.
o Seismonasti   :    Gerak karena sentuhan pada daun Minosa sp
o Niktinasti       :    Gerak tidur pada daun lamtoro pada malam hari
o Termonasti    :    Gerak mekarnya bunga tulip pada musim tertentu karena perubahan suhu udara
o Fotonasti       : Mekarnya bunga pukul empat pada sore hari tetapi tidak selalu menghadap ke barat

KENALI TANDA SEGITIGA PADA KEMASAN PLASTIK



Masyarakat awam cenderung tidak mengetahui jenis plastik yang digunakan, aman atau tidak?
Organisasi Internasional, The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 telah mengeluarkan kode internasional untuk plastik. Kode ini diadopsi oleh lembaga pengembang sistem kode seperti ISO.
Secara umum kode pengenal plastik dapat dikenali dari :
  1. Terletak di bawah botol
  2. Berbentuk segitiga
  3. Didalam segitiga terdapat angka 4
  4. Disertai nama/jenis plastik dibawah segitiga
Tanda Pengenal Plastik_2

Pengenal plastik dibagi kedalam 7 kelompok (dan 3 kelompok tambahan)
  1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
Digunakan botol plastik, berwarna jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
  1. HDPE (high density polyethylene)
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
  1. V atau PVC (polyvinyl chloride)
Plastik jenis ini sulit didaur ulang. Ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).
  1. LDPE (low density polyethylene)
Plastik tipe cokelat (thermoplastic/ dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah:
- Kuat,
- Agak tembus cahaya,
- Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
- Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia,
- Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik,
- Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen,
- Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
  1. PP (polypropylene)
Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene ) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
  1. PS (polystyrene)
PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
  1. Other (biasanya polycarbonate)
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. Untuk jenis plastik 7 (Other) ini ada 4 jenis, yaitu:
    1. SAN –styrene acrylonitrile
    2. ABS - acrylonitrile butadiene styrene
    3. PC - polycarbonate
    4. Nylon
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC –atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
Bisphenol-A dan Resikonya Untuk Bayi Anda
Bisphenol-A (BPA) adalah zat  yang biasa digunakan untuk menghasilkan plastik polikarbonat yang banyak digunakan untuk pembuatan botol susu.
BPA banyak ditemukan di botol susu bayi, membuat botol susu menjadi tahan lama dan tampak mengkilat. Tak hanya pada botol susu, BPA juga digunakan sebagai campuran plastik untuk membuat gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa BPA dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. Peneliti dari University of Cincinnati menemukan, eksposur terhadap air mendidih menyebabkan botol plastik polikarbonat melepaskan BPA hingga 55 kali lebih cepat dari air dingin atau air bertemperatur normal.
Menurut Sun C.L dari Departement of Chemistry, Faculty of Science, National University of Singapore, BPA termasuk dalam kelompok bahan kimia yang dikenal sebagai endokrin pengganggu yang menghalangi aktivitas hormon natural dalam tubuh, terutama estrogen. Padahal, hormon dibutuhkan pada hampir setiap proses biologis seperti fungsi imunitas, reproduksi, dosis yang kecil sekali pun dari endokrin pengganggu dapat membahayakan,” tulis Sun dalam karya ilmiahnya, Migration of Bisphenol A in Baby Milk Bottles.
Sun memaparkan, penemuan terbaru menunjukkan bahwa ada korelasi antara BPA dengan penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat, dan kanker testis pada laki-laki. Sementara pada perempuan, BPA berpotensi mengakibatkan ketidaknormalan perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan infertilitas serta meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
Sun menerangkan, anak-anak, terutama bayi yang masih dalam kandungan dan bayi yang baru lahir, memiliki risiko yang paling besar terhadap bahan kimia tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun akibatnya tidak langsung tampak.
Tips Meminimalisir Dampak BPA
  1. Hindari penggunaan botol polikarbonat yang mengandung BPA. Sebagai gantinya gunakan botol bebas BPA, atau botol yang terbuat dari gelas/kaca.
  2. Ketika membeli botol plastik, pilihlah botol yang menggunakan polypropylene/polyethylene, yang tidak keras dan tidak mengkilat.
  3. Carilah tanda "BPA-free" pada kaleng atau botol susu yang Anda beli.
  4. Hindari pemberian teether berbahan plastik/vinyl pada bayi.
  5. Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik karena dapat memicu pelepasan BPA. Sebagai gantinya, gunakanlah wadah gelas/kaca atau keramik.
  6. Cucilah botol dan wadah plastik dengan spons agar tidak merusak lapisan plastiknya.
  7. Belajar membaca kandungan dalam plastik. Singkirkan produk plastik yang mengandung bahan-bahan seperti DBP dan DEP, DEHP, DMP. Gunakan polyethylene (#5), dan hindari polikarbonat (#7).
  8. Jangan gunakan lagi botol plastik yang sudah tergores/rusak atau kusam.
Tips Menggunakan Botol Plastik Dengan Aman
1. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan polycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan polypropylene, untuk dot gunakanlah yang berbahan silicon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
2. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
3. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Masyarakat awam cenderung tidak mengetahui jenis botol plastik yang digunakan, aman atau tidak. Secara umum kode pengenal plastik dapat dikenali dari:
  • Terletak di bawah botol.
  • Berbentuk segitiga.
  • Disertai nama/jenis plastik dibawah segitiga.

Selasa, 10 April 2012

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK



Peristiwa terjadinya arus listrik karena adanya perubahan jumlah garis gaya magnet pada suatu kumparan disebut induksi elektromagnetik.
Terjadinya GGL induksi dapat ditimbulkan dengan cara sebagai berikut :
1.    Menggerakan magnet keluar masuk kumparan
2.    Memutar magnet di dekat kumparan
3.    Memutar kumparan dalam medan magnet
4.    Memutus-mutus arus DC pada kumparan primer sehingga menginduksi kumparan sekunder
5.    Mengalirkan arus DC pada kumparan primer sehingga menginduksi kumparan sekunder
Arus induksi merupakan arus bolak balik (AC) dan GGL induksi yang terjadi juga tegangan bolak balik.
Besarnya GGL induksi yang terjadi, pada ujung-ujung kumparan bergantung pada hal sebagai berikut :
1.    Jumlah lilitan kumparan (semakin banyak lilitan semakin banyak GGL yang timbul)
2.    Kecepatan perubahan jumlah garis-garis gaya (Makin cepat gerak magnet atau kumparan makin besar GGL induksi yang timbul)
3.    Kekuatan magnet batang yang digerakan
Berdasarkan faktor diatas, Faraday menyatakan hukum Faraday yang berbunyi : GGl induksi berbanding lurus dengan kecepatan konduktor yang memotong garis-garis gaya magnet.



THAHARAH (BERSUCI)



Pengertian Wudhu
          Secara bahsa wadhu berati bersih, sedangkan menurut syara’ wudhu adalah mengalirkan air (membasuh) kepada anggota tubuh tertentu (muka, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki) dengan niat dan syarat-syarat serta cara tertentu.
Syarat-Syarat Wudhu
1.  Islam,
2.  Mumayyiz.
3.  Tidak ada suatu benda yang dapat menghalangi sampainya air ke anggota wudhu.
4.  Tidak berhadas besar.
5.  Menggunakan air yang cuci dan menyucikan.
Rukun Wudhu
1.    Niat.
2.    Membasuh muka.
3.    Membasuh kedua tangan sampai siku.
4.    Mengusap kepala.
5.    Membasuh kaki berserta kedua mata kaki, dan tertib.
Sunah Wudhu
1.    Keluar sesuatu dari qubul dan dubur baik berupa angin maupun cairan (kencing, darah, mani, mazi, tinja, dan sebagainya).
2.    Hilang akal yang disebabkan mabuk, tidur, dan gila.
3.    Bersentuhan kulit laki-laki dan kulit perempuan yang bukam muhrimnya.

4.    Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan dengan tidak ada pembatas.
Tayamum dan Hal-Hal yang membatalkannya
          Secara bahasa tayamum berati menuju atau menyengaja, sedangkan secara syara’ tayamumberati menyapukan tanah/debu ke muka dan kedua tangan sampai ke siku dengan niat dan beberapa syarat yang ditentukan sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib.
Syarat Diperbolehkan Tayamum
            a.    Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak ketemu.
b.    Berhalangan menggunakan air.
c.    Telah masuk waktu salat.
d.   Dengan debu yang suci.
Sunah Tayamum
a.    Membaca Basmalah.
b.    Mendahulukan angota yang kanan daripada yang kiri.
c.    Menipiskan debu.
Batalnya Tayamum
a.    Segala yang membatalkan wudhu.
b.    Melihat air sebelum salam, kecuali yang bertayamum karena sakit.
c.    Muntah, keluar dari Islam.
Mandi Besar dan Cara-Caranya
Mandi Besar
Mandi besar artinya menyengaja mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari tubuh.
Rukun Mandi
            a.    Niat.
            b.    Meratakan air keseluruh tubuh.
Sunah Mandi
a.    Membaca Basmallah.
b.    Membersihkan tangan.
c.    Membersihkan dan membasuh kemaluan.
d.   Berwudhu sebelum mandi wajib.
Sebab-Sebab Mandi Besar
a.     Bersetubuh.
b.    Keluar mani.
c.     Keluar darah dari rahim perempuan.
Cara Mandi Besar
Membasuh kedua tangan dengan niat yang ikhlas karena Allah, kemudian membersihkan kotoran yang ada di badan dan sesudah itu berwudhu (membasuh anggota wudhu) yang dilanjutkan menyiramkan dengan air sambil menggosok dan menyilanginya dengan jari, kalau perlu dengan wangi-wangia, seperti sabun. Sesuadah itu menyiram seluruh badan dengan air sampai merata, berati mandi besar sudah selesai.
Fungsi Thaharah
a.     Membersihkan badan serta pakaian setelah berwudhu dan mandi.
b.    Menjahukan diri dari sesuatu yang bersifat kotor.
c.     Membersihkan secara lahiriah yang berguna menyucikan batin.
Macam Najis, Hadas, dan Cara Menyucikannya
Macam Najis dan Cara Menyucikannya
Najis menurut istilah syariat Islam adalah benda yang jijik menjijikan dan mencegah sahnya ibadah. Najis dibagi menjadi tiga golongan :
a.    Najis Mukhaffafah
    Najis Mukhaffafah adalah najis ringan, yaitu najis yang disebabkan air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain air susu ibu (ASI).
   Cara menyucikannya adalah cukup dengan dipercikan air pada tempat yang terkena najis, dengan demikian tempat itu sudah menjadi suci lagi.
b.    Najis Mutawassitah
     Najis Mutawassitah adalah najis sedang. Najis mutawassitah dibagi menjadi dua :
1.    ‘Ainiyah : Najis yang masih kelihatan wujud, warna, dan baunya.
Cara menyucikannya dengan membasuh sekurang-kurangnya sebanyak tiga kali hingga hilang wujud, warna, dan baunya.
2.    Hukmiyah : najis yang tidak kelihatan wuud, warna, dan baunya, tetapi diyakiniu adanya.
Cara menyucikannya dengan menggenangi dengan air/disiram dengan air mtlak tempat terkena najis.
Contoh najis mutawassitah : bangkai binatang darat yang berdarah, darah (semua macam darah), nanah, muntah, kotoran manusia atau binatang, khamer.
c.     Najis Mugallazah
    Najis Mugallazah adalah najis berat, yaitu najis yang disebabkan oleh bersentuhnya (dijilatnya) suatu benda oleh anjing/babi.
      Cara menyucikannya adalah mencuci / membasuh dengan air mutlak benda yang terkena najis. Sebanyak tujuh kali, salah satu diantaranya dengan debu/tanah.
Hadas dan Cara Menyucikannya
Hadas adalah sesuatu yang diperbuat oleh anggota badan atau kegiatan nafsu. Hadas merupakan kotoran yang tidak konkret dapat diamati dengan panca indra, sedangkan najis berupa kotoran yang konkret. Hadas disebut hukmi, sesuatu yang tidak berwujud yang dihukumkan najis
Macam-macam hadas kecil, antara lain :
a.     Keluar sesuatu dari dubur/qubulnya.
b.    Tidur atau pingsan dan mabuk.
c.     Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan atau jari tanpa alas.
d.    Disentuh kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrimnya.
Cara menyucikan hadas kecil itu dengan berwudhu.
Macam-macam hadas besar antara lain hubungan seksual, haid, nifas, dan wiladah (melahirkan).
Cara menyucikan hadas besar dengan mandi besar