Social Icons

Pages

Sabtu, 25 Februari 2012

How To Make Lepet Jagung



The Materials    :    
1.   10 young corn
2.  10 corn leaves
3.  ½ young coconut
4.  3 tablespoon of sticky flour
5.  2 tablespoon of sugar
6.  ½ tablespoon of salt
The Step           :    
1.   Put all ingredients into a saucepan.
2.  Wash the young corn and young coconut
3.  Grate the young corn into the bowl until it is smooth
4.  Add sticky flour to bowl
5.  Grate the young coconut into the bowl
6.  Add sugar and salt to bowl and stir
7.  Put corn leaves and give 2 tablespoon dough, roll until it is neat
8.  Steam for 30 minutesto complete the cooking
9.  Eat while warm    

OTOT MANUSIA



Otot merupakan suatu jaringan yang mempunyai fungsi utama sebagai alat gerak aktif, karena kemampuannya berkontraksi. Otot yang dikenal sehari-hari sebagai “daging” untuk menggerakkan rangka dengan jalan mengerut (kontraksi) dan Mengendor (relaxasi). Ujung otot disebut tendon terdiri dari jaringan ikat.
Otot Manusia Dibedakan menjadi 3 :
a.    Otot Polos
Ciri-ciri :
-       Berbentuk gelendong.
-       Reaksi terhadap rangsangan rendah.
-       Dipengaruhi oleh susunan syaraf tak sadar.
-       Mempunyai satu inti.
-       Contohnya : dinding saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dinding kelenjar.
b.    Otot Lurik
     Ciri-ciri :
-       Berbentuk selinder.
-       Reaksi terhadap rangsangan cepat.
-       Dipengaruhi oleh susunan syaraf sadar.
-       Mempunyai banyak inti.
-       Contohnya : otot rangka.
c.    Otot Jantung
Merupakan otot yang istimewa karena bentuknya seperti otot lurik sedangkan kerjanya seperti otot polos.
Cara kerja otot :
-       Otot Flekxor adalah otot yang bekerja satu arah untuk membengkokan sendi.
-       Otot ekstensor adalah otot  yang bekerja searah untuk meluruskan sendi.
-       Otot antagonis adalah otot yang bekerja berlawanan.
Contoh : otot bisep dan trisep saat membengkokan sendi.
-       Otot sinergis adalah otot yang bekerja bersama-sama.
Contoh : kerja otot pronator yang terletak di lengan bawah saat peristiwa telapak tangan menengadah.
Gangguan pada otot:
-       Gangguan karena serangan organisme.
a.    Tetanus karena kondisi yang menegang terus akibat bakteri.
b.    Atrofi otot karena mengecilnya otot karena virus polio.
-       Gangguan karena aktivitas.
a.    Kaku leher (shiff) karena akibat salah gerak.
b.    Kram karena otot yang terlalu banyak beraktivitas akhirnya menegang.
c.    Atrofi karena mengcilnya otot karena tidak pernah digunakan.
-       Gangguan otot bawaan (distropi otot).
-       Hernia abnormal.
-       Meistenia gravis karena terjadinya pelemahan otot secara berangsur-angsur.

JERUK EMAS JERUK IMLEK


          Kalau ketupat menjadi ciri khas Lebaran, pohon cemara menjadi ciri khas Natal, beberapa tahun terakhir ini, jeruk emas menjadi ciri khas Imlek. Seperti apa jeruk emas itu?
Lambang Kesuburan
          Hari raya Imlek atau Sin Xia adalah tahun baru Cina. Hari raya Imlek merupakan perayaan untuk menyambut datangnya musim semi di Cina. Awal musim semi ditandai dengan munculnya bunga dan pucuk-pucuk daun. Di musim itulah para petani mulai bertanam. Karena itulah musim semi dianggap sebagai lambang kesuburan atau rezeki, karena itu pula, datangnya musim semi harus disambut dengan gembira.
          Biasanya Imlek dirayakan antara pertengahan bulan Januari sampai pertengahan bulan Februari. Tahun ini Imlek jatuh pada tanggal 23 Januari. Sama seperti hari besar lainnya, hari Imlek juga punya makanan khas. Antara lain buah jeruk berwarna kuning. Jeruk yang berasal dari tanaman itu melambangkan kesuburan. Jeruk itu digunakan sebagai persembahan di kelenteng, untuk dimakan, atau untuk hantaran ke keluarga atau ke tetangga.
          Kenapa dipilih jeruk, bukan buah lain? Jeruk itu tanaman empat musim. Artinya jeruk itu selalu berbuah pada musim apa saja. Warnanya yang merah atau kuning keemasan melambangkan kejayaan. Bentuknya yang bulat melambangkan kesempurnaan.
Dari Quang Zhou
          Dulu jeruk dan makanan lainnya ditata biasa di atas piring. Sekarang jeruk itu dihidangkan bersama pohonnya yang masih berdaun. Konon jeruk yang masih berdaun itu melambangkan kesuburan atau rezeki yang terus menerus.
          Pohon jeruk itu ditanam dalam pot. Jadi termasuk tabulampot yaitu tanaman buah dalam pot. Tingginya macam-macam. Mulai dari 8cm hingga 2,5 cm. Buahnya banyak sekali. Sehingga terliha cantik. Di Singapura tabulampot jeruk itu disebut kum quat. Di Indonesia disebut jeruk emas karena warnannya merah atau kuning keemasan. Ada juga yang menyebutnya jeruk Imlek, karena hanya ada pada hari raya Imlek saja
          Harganya? Wow... pokoknya membuat kita ternganga mendengarnya. Yaitu mulai dari 250 ribu rupiah sampai 38 juta rupiah. Ck,ck,ck. Semakin tinggi pohon itu, semakin mahal harganya.
          Kenapa mahal? Ternyata pohon jeruk emas itu masih diimpor dari Cina. Tepatnya dari kota Quang Zhou. Quang Zhou merupakan kota penghasil jeruk emas di dunia. Pohon itu diekspor ke berbagai negara di dunia. Di Indonesia sendiri pohon jeruk emas ini baru ada sekitar 10 tahun yang lalu. Itupun hanya ada di kota besar saja.
          Ada tiga jenis jeruk emas yaitu jeruk Kip, Zhusa, dan Sakam. Jeruk Kip berukuran kecil berbentuk bulat. Jeruk Zhusa berukuran kecil bentuknya agak pipih. Sedangkan jeruk Sakam berukuran besar. Jeruk itu tidak selalu manis rasanya, ada juga yang asam. Karenanya, jarang ada orang yang suka memakannya.
Digantungi Ang Pau
          Ada orang yang membeli jeruk emas untuk parsel yang dikirim ke keluarga, teman, dan sebagainya. Ada juga yang membelinya untuk hiasan Imlek seperti pohon  Natal.
          Kalau disekitar pohon Natal orang menaruh kado-kado untuk diberikan kepada keluarganya, di pohon jeruk emas biasanya orang menggantungkan ang pau, yaitu amplop merah berisi uang. Hmm, berapa ya isi ang pao itu?

ISTILAH-ISTILAH KOMPUTER DAN INTERNET



Antena Omni           :  Memperluas coverage area hingga beberapa kilometer.
Backbone                 :  Saluran koneksi utama jaringan ISP dengan internet.
Bandwidth               :  Lebar saluran data yang dilewati secara bersama-sama oleh data-data yang ditrasfer.
Bridge                      :  Sebuah perangkat yang menghubungkan beberapa jaringan.
Byte                         :  Satuan terkecil untuk mengukur kecepatan akses internet dari komputer.
Chatting                   :  Fasilitas yang digunakan untuk melakukan perbincangan atau bercakap-cakap melalui teks.
Connector                :  Perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan kabel dengan komputer untuk jaringan komputer.
Cross-over                :  Menghubungkan perangkat yang sama.
DNS                         :  Sistem nama domain.
Email                        :  Sebuah layanan pada internet untuk pengiriman surat elektronik.
Extranet                   :  Sebuah jaringan komputer berbasi protokol TCP/IP seperti internet, selain hanya digunakan dalam internal perusahaan, serta mengekspose sebagian dari internal jaringan ke komunitas di luar.
Firewall                    :  Menjamin keamanan transaksi online.
FTP                          :  Fasilitas untuk mengirim suatu file yang disertakan melalui email.
GPRS                       :  Koneksi Internet menggunakan gelombang radio melalui handplone.
Hard Disk                :  Sebagai tempat menyimpan program-program komputer.
Hub                          :  Perangkat jaringan yang terdiri banyak port untuk menghubungkan node.
Internet                    :  Merupakan jaringan komunikasi global yang menghubungkan semua komputer di seluruh dunia.
Internet Fax             :  Fasilitas untuk mengirim Faximili melalui internet menggunakan mesin faximili.
Internet Telephony   :  Fasilitas untuk berkomunikasi dengan suara melalui internet menggunakan pesawat telepon.
Intranet                    :  sebuah jaringan komputer berbasis protokol TCP/IP seperti internet, hanya saja digunakan dalam internal perusahaan.
IP                             :  Bertugas untuk mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain.
IP Address               :  Alat pengenal komputer.
ISP                           :  Sebuah badan atau organisasi yang menyediakan jasa pelayanan internet.
Jaringan Kabel         :  Komunikasi melalui kabel data.
Jaringan LAN          :  Merupakan jaringan yang menghubungkan dua komputer atau lebih dalam cakupan wilayah.
Jaringan MAN         :  Jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat.
Jaringan Terpusat     :  Jaringan yang terdiri dari komputer server dan komputer client yang mana komputer client berfunsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi / data yang berasal komputer server.
Jaringan WAN         :  Jaringan dengan cakupan seluruh dunia.
Jaringan Wireless     :  Kamunikasi data melalui gelombang radio.
Komputer Client      :  Komputer yang menerima pelayanan komputer server.
Komputer Server      :  Pusat pengendalidalam sebuah system jaringan komputer.
Koneksi ADSL        :  Suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz.
Koneksi Dial-Up      :  Mengakses internet dengan cara menghubungkan ke kabel telepon rumah melalui modem analog.
Mailing List              :  Sebuah layanan di internet untuk berdiskusi.
Modem                     :  Merubah sinyal digital ke sinyal analog dan sebaliknya untuk merubah sinyal analog ke sinyal digital.
Newsgroup               :  Aplikasi internet yang berfungsi untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain guna memahas suatu topik dalam sebuah forum.
POE                         :  Mengalirkan listrik melalui kabel ethernet.
Repeater                   :  Memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronik.
Router                      :  Alat yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda.
Server Proxy            :  Menyimpan alamat-alamat favorit pelanggan.
Sharing                     :  Pemakaian bersama sumber daya dalam jaringan komputer.
Sound Card              :  Menampilkan data berbentuk suara ke dalam speaker.
Splitter                     :  Alat pemisah saluran pada kabel koaksial yang digunakanuntuk internet menggunakan TV kabel.              
Straight-through       :  Menghubungkan perangkat yang berbeda.
System Redundancy  :            System koneksi cadangan.
TCP                          :  Bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar.
Teleconference         :  Fasilitas internet yang juga digunakan untuk berbincang-bincang dengan cara yang kompleks yaitu mulai dari suara maupun  gambar.
Topologi Jaringan     :  Bentuk perancangan baik secara fisik maupun logik yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer.
Topologi Mesh         :  Gabungan dari topologi Bus, Star, dan Ring.
Topologi Tree           :  Gabungan topologi bus dan star yang bentuknya seperti pohon bercabang.
VGA                        :  Memberikan tampilan ke layar komputer.
WWW                      :  Sebuah layanan pada internet yang berfunsiuntuk menampilkan suatu situs/website guna mencari informasi.
Wireless Broadband :  Teknologi nirkabel yan mampu mengirim sinyal sejauh 1 Km dari stasiun pemancarnya.
                                   

FERMENTASI BERAS KETAN UNTUK MEMBUAT TAPE KETAN


FERMENTASI BERAS KETAN UNTUK MEMBUAT TAPE KETAN
Tujuan:
Melakukan fermentasi beras ketan untuk membuat tape ketan.

Alat dan bahan:
1. Kompor
2. Pengukus
3. Panci dan tutupnya atau baskom plastik dengan penutup daun pisang.
4. Tampah
5. Plastik/daun pisang.
6. Sendok pengaduk.
7. Beras ketan putih 200 gr.
8. Ragi tape 2 gr.

Cara kerja:
1. Cuci beras ketan, buang beras ketan yang terapung.
2. Rendam ketan selama 2 jam.
3. Kukus ketan seperti memasak nasi selama 10 menit hingga masak. Jika ingin tape ketan    berwarna hijau, bubuhkan pewarna hijau pada air untuk memasak.
4. Letakkan ketan masak pada tampah yang dialasi daun pisang / plastik bersih. Biarkan ketan di tampah hingga benar-benar dingin.
5. Tumbuk halus ragi tape.
6. Taburi ketan dengan ragi tape dan aduk hingga rata.
7. Pindahkan ketan ke dalam panci / baskom plastik kemudian tutup dengan tutup panci / daun pisang hingga cahaya tidak dapat masuk.
8. Letakkan panci di tempat yang tidak kena cahaya.
9. Diamkan selama 3-4 hari.


KH. ALI MA’ SHUM

KH. Ali Ma’ shum lahir pada tanggal 15 Maret 1915 di Lasem, kota kecil dala wilayah Rembang - Jawa Tengah. Kota Lasem tidak bisa dipisahkan dari nama Mbah Ma’ shum, ayah dari KH. Ali Ma’ shum sendiri. Ia adalah salah seorang pendiri NU bersama Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ ari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri dan yang lainnya.
Ketika KH. Ali Ma’ shum berusia 12 tahun (1927). Ia dikirim ke pesantren Tremas Pacitan Jawa timur untuk belajar kepada KH. Dimyati. Saat itu Tremas memang salah satu pesantren terkenal, yang didirikan oleh KH. Abdul Manan tahun 1830. Ponpes itu sudah banyak mencetak kyai-kyai besar. Salah satunya adalah Syekh Mahfuz al-Tremas yang dikenal sebagai salah seorang pengajar di masjid Al-Haram Mekah, yang telah banyak menulis kitab-kitab dalam bahasa Arab.
KH. Ali Ma’ shum belajar di Tremas selama delapan tahun. Di sana ia banyak menimba ilmu agama dan tergolong santri yang pandai dan rajin. Banyak kitab kuning yang ia kaji dan pelajari, dari mulai kitab Nahwu Shorof, kitab Fikih, Tasawuf, sampai Tafsir dan Hadist.
Selain itu KH. Ali Ma’ shum gemar membaca buku-buku pelajaran lain selain kitab-kitab pesantren, sehingga ia memiliki wawasan dan pandangan yang luas dibandingkan teman-teman santri lainnya.
Kelebihan lain KH. Ali Ma’ shum adalah dalam soal bahasa. Disamping memahami kitab kuning, ia juga pandai dalam bahasa Arab secara aktif maupun pasif. Saking pandainya berbahasa Arab sampai-sampai oleh teman-temannya ia dijuluki “Kamus Bahasa Arab Jalan”
Di Tremas, KH. Ali Ma’ shum memperoleh pendidikan kepemimpinan dengan mengikuti kegiatan di kepanduan. Pada masa itu semangat nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan sedang menggelora.
Di panduan bakat kepemimpinan KH. Ali Ma’ shum diasah. Sebagai santri yang cerdas, maju dan berwibawa, akhirnya ia diangkat sebagai ketua kepanduan di Tremas. Sejak saat itu ia makin dikenal luas.
Kepribadian KH. Ali Ma’ shum
KH. Ali Ma’ shum adalah orang yang bersikap tegas, berani, alim dan penuh kharisma. Tetapi bukan ia galak dan menakutkan. Justru ia orangnya sangat lembut, ramah, suka berjanda dengan siapa pun, termasuk dengan santrinya.
Suatu ketika KH. Ali Ma’ shum berjalan mengelilingi kompleks pesantren. Ia tidak segan-segan melihat kamar santri dan masuk dapur. Dengan nada bersahabat, ia sering mendatangi santrinya yang sedang masak. Tanpa ragu-ragu ia ikut mencicipi masakan santrinya.
KH. Ali Ma’ shum memang orang yang tidak pernah membuat jarak dengan siapa saja. Dimata KH. Ali Ma’ shum semua orang adalah sama, bahwa mereka dan kita semua adalah saudara. Tidak hanya dengan kalangan kyai dan santri saja ia bisa akrab, tetapi dengan tukang becak sekalipun ia merasa dekat dan akrab dengannya.
Sebagai seorang kyai pesantren dan tokoh NU. KH. Ali Ma’ shum juga akrab bergaul dengan orang dari kalangan Muhammadiyah, pejabat pemerintahan dan keluarga keraton Yogyakarta.
Pengabdian dan Perjuangan KH. Ali Ma’ shum
KH. Ali Ma’ shum dikenal sebagai ulama besar yang berpandangan luas. Ia sangat tanggap terhadap persoalan-persoalan umat Islam. Bukan hanya dikalangan warga NU, tetapi juga seluruh umat Islam di Indonesia, bahkan di dunia internasional.
Pandangan-pandangan KH. Ali Ma’ shum tentang ajaran Ahlussunnah Waljamaah dan NU ditulis dalam kitabnya “Hujjah Ahlussunnah Waljamaah”.
Pada kitab ini ia menjelaskan beberapa masalah khilafiyah dan menjadi pedoman akidah dan amaliah warga NU. Seperti masalah tahlil, talqin, tarawih, ziarah, kurban, dan tawassul.
Dalam sebuah pertemuan antar tokoh-tokoh Islam tentang “Ukhuwah Islamiyyah”, KH. Ali Ma’ shum menjelaskan pandangannya tentang Ukhuwah Islamiyyah. Menurutnya, untuk menciptakan ukhuwah, umat Islam harus tetap berpegang pada syariat Islam dan tidak memperuncing masalah khilafiyyah (perbedaan dalam fikih).
Sejak terpilih menjadi Rois ‘Am PBNU menggantikan KH. Bisri Syansuri pada musyawarah Nasional Alim Ulama dan konferensi besar NU di Kaliurang Yogyakarta, kiprah dan pengabdian KH. Ali Ma’ shum untuk NU sangat besar. Kepemimpinan tersebut telah membawa perubahan dan menjadi babakan sejarah baru bagi perjalanan NU tertama ketika Muktamar NU ke 27 di Situbondo pada akhir 1984.
Saat itu KH. Ali Ma’ shum adalah seorang perumus “Khittah NU ke-26”. Meski demikian, KH. Ali Ma’ shum selalu beriskap tawadhu. Menurutnya, apa yang dilakukannya hanyalah sebagai tindak lanjut dari hasil pemikiran dan perjuangan para ulama pendahulunya.
“Kita harus menghormati mereka, karena keutamaan tetap ada di tangan para pendahulu, meskipun kita sebagai pengikut sama berbuat baik.”. katanya sering kali kepada santri, pengikutnya dan dirinya sendiri.
KH. Ali Ma’ shum dipanggil ke hadirat Allah SWT, usai adzan Magrib hari Kamis tanggal 7 Desember 1989, di RSU Sardjito Yogyakarta di usianya yang ke 74 tahun. Esok harinya ribuan umat Islam memberi penghormatan dan menghantarkannya ke peristirahatan terakhir di pemakaman Dongkelan Bantul Yogyakarta.

KH. ACHMAD SHIDDIQ

KH. Achmad Shiddiq lahir di Jember pada hari Ahad legi 10 Rajab 1344 H, atau tanggal 24 Januari 1926 M. Tujuh hari sebelum kelahiran NU (31 Januari 1926). Ia adalah anak bungsu KH. Muhammad Shiddiq dari istri keduanya Maryam.
KH. Muhammad Shiddiq mempunyai istri tiga orang, yaitu Maryam, Kasmunah dan Mardiyah. Maryam menurunkan sembilan orang anak, yaitu KH. Machfud Shiddiq (pengasuh 3 ponpes putri di Jember), Zainab Shiddiq (pengasuh pesantren putri Zainab Shiddiq), KH. Abddullah Shiddiq (pernah menjadi ketua PBNU Jawa Timur).
Menurut sisilah KH. Achmad Shiddiq adalah keturunan ke 15 dari Joko Tingkir, pendiri kerajaan Islam di Pajang. Secara tarkib dapat disebutkan; KH. Achmad Shiddiq putera KH. Muhammad Shaleh, kyai Abdullah (Lasem) putera kyai Muhammad Shaleh Tirtowijoyo putera kyai Asy’ ari putera kyai Adra’ i putera kyai Muhammad Yusuf, putera mbah Sumbu, putra Raden Sumanegoro, putera Raden Pringgokusumo (Adipati Lasem III), putera Joyonegoro, putera Pangeran Joyokusumo, putera Hadijoyo, putera Pangeran Benowo II, putera Pangeran Benowo I, putera Sultan Dadiwijoyo alias Joko Tingkir alias Mas Karebet.
Bila diusut kedekatannya dengan KH. Hasyim Asy’ ari maka garis mbah Sumbu itulah sisilah KH. Achmad Shiddiq bertemu dengan KH. Hasyim Asy’ ari (pendiri NU).
Pengalaman Pendidikan
KH. Achmad Shiddiq belajar agama kepada ayahnya sendiri, KH. Muhammad Shiddiq. Ia pernah belajar di Sekolah Rakyat Islam (SRI) di Jember. Untuk mendalami agama Islam, KH. Achmad Shiddiq nyantri di Ponpes Tebuireng Jombang di bawah asuhan langsung KH. Hasyim Asy’ ari.
Kitab-kitab yang pernah didalami secara langsung dengan KH. Hasyim Asy’ ari antara lain: Tuhfatul Athtal, Fathul Qarip, Tahnr, Fathul mu’ in (semuanya dibidang hukum Islam), Alfiyah Ibnu Malik (ilmu Bahasa Arab), Arudl wal Qawafi (sastra), Jawahir Al-Kalamiyah (teologi), Waraqat (ushul fiqih), ilmu Fal;ak (astronomi), tafsir Baidawi dan ihya’ Ulumuddin.
KH. Achmad Shiddiq juga pernah mengenyam pendidikan di madrasah Nizamiyah H. Abdul Wahid Hasyim. Bahkan KH. Achmad Shiddiq memperoleh kesempatan menjadi kelompok “Intelektual” santri yang secara khusus dikader oleh KH. Abdul Wahid Hasyim (ayah KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur). Dan dari KH. Abdul Wahid Hasyim ia banyak berdiskusi mengenai perkembangan politik nasional waktu itu.
Aktivitasnya di NU
Aktivitasnya di NU, dimulai dengan memimpin Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII). Waktu itu ia berumur 19 tahun, tetapi KH. Achmad Shiddiq sudah bisa menjadi koordinator untuk daerah Jember dan Besuki.
Pada saat NU menjadi partai politik (1952), ia menjadi anggota PBNU di bawah Rois ‘Am KH. Abdul Wahab Hasbullah. Pada periode 1956-1959 KH. Achmad Shiddiq menjadi wakil sekretaris umum PBNU yang diketuai oleh KH. Idham Chalid.
Tahun 1985 ketika Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama digelar, kedudukan KH. Achmad Shiddiq adalah penasehat PBNU dengan Rais ‘Am KH. Bisri Syansuri, kemudian KH. Ali Maksum, sedang ketua umumnya masih dijabat oleh KH. Idham Chalid.
Dari hasil Munas ini kemudian menghantarkannya ke jenjang karir yang lebih tinggi. Dan pada muktamar ke 27 (1984) di Situbondo, ia terpelih menjadi Rois ‘Am NU menggantikan KH. Ali Maksum. Jabatan Rois ‘Am ini dikukuhkan kembali dalam muktamar ke 28 di Yogyakarta. Jabatan tersebut diembannya hingga wafat.
Keberadaan KH. Achmad Shiddiq di NU tidak dapat diukur dengan sekedar jabatan Departemen agama serta politik, ia lebih menekuni bidang dakwa dan pendidikan, yakni mengasuh Ponpes. Lembaga pendidikan tradisional ini merupakan warisan yang harus dikelola dan dikembangkan.
Banyak buku tentang kehidupan NU yang telah ditulisnya. Artikel-artikel yang pernah ia tulis juga tersebar di berbagai media massa milik NU. Seperti Risalah NU (Jakarta), Warta NU (Jakarta), Aula (Jawa Timur), dan Jurnal Pesantren (Jakarta)
Kecermatan dan kesetiaan menulis pikiran-pikirannya sendiri adalah sesuatu yang langka bagi kalangan ulama pesantren. Tetapi ia memperkuat barisan ulama pemikir sekaligus penulis di kalangan NU.
Kebiasaan dan Kepribadian
Kepribadian KH. Achmad Shiddiq sangat menjunjung tinggi akhlakul karimah. Penampilan dan perbuatannya selalu mencerminkan budi pekerti yang baik. Berbicara, bertindak dan berbuat tidak lepas dari wujud uswah serta meniru kebiasaan Rasullullah Saw. Pikiranya sangat cemerlang. Kajian keagamaannya cukup luas.
Sehingga semua bidang keilmuan ia mampu menjabarkannya melalui seminar-seminar yang diadakan oleh berbagai Perguruan Tinggi. Ia sangat santun dan rendah hati terhadap siapapun. Namun kewibawaannya tetap memantul dari sinar wajah yang penuh kealiman Nurillahi. Di tangannya tidak pernah lepas tasbih menghintung sejumlah bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.
Dalam hal berpakaian ia suka menutup kepala dengan kopiah haji putih yang dililit dengan sorban. Persis seperti penampilan Pangeran Diponegoro. Kebiasaannya yang ini sulit ditiru oleh santri dan orang lain. Dawam (kebiasaan)nya yang luar biasa adalah menghatamkan Al-Qur’ an tiga hari sekali.
Setiap kali menjadi imam shalat, ia selalu membaca Al-Qur’ an pada rakaat pertama dan kedua setelah surah al-Fatihah. Ia sering menangis ketika membaca Al-Qur’ an, baik ketika shalat maupun di luar shalat, karena tidak tahan menghayati keagungan dan kesucian Al-Qur’ an.
Dalam penerapan pendidikan, ia sangat menjunjung tinggi kemerdekaan berpikir santri dan putera-puteranya. Para santri di didik dan diberi pelajaran khusus tentang “khilafiyah” para imam mujtahid. Sehingga pada pesantren yang diasuhnya ada pengajian “tahsisi” yang didalamnya bermuatan khilafiyah.
Ketekunan dan kecintaannya kepada santri sungguh luar biasa. Ia rela setiap setiap akan mulai shalat berjamaah berkeliling mengunjungi santri-santri yang masih santai dan tidur di kamar, ia bangunkan dengan belaian tangannya yang halus.
Dalam bidang fiqih ia konsisten dengan mazhab Syafi’i. Walaupun pada bidang lain menyangkut hukum Islam ia tidak tabu mengambil pendapat imam mazhab luar Shafi’i. Sesuatu yang sangat ditekankan olehnya bahwa kita tidak boleh talfiq. Setiap ada perkembangan baru, baik politik, ekonomi, sosial budaya atau hankam, ia selalu menyampaikan kepada santrinya. Karena itu modernitas dan wawasan pemikiran santri tetap akurat sesuai dengan perkembangan zaman.